Lorenzo: Saya Hampir Jatuh!

ImageLAGUNA SECA – Kecewa, bisa jadi itu yang dirasakan Jorge Lorenzo setelah pembalap Yamaha Factory Racing asal Spanyol itu gagal mengambil alih kembali posisi pertama dari Casey Stoner, yang menyalipnya di lap ke-21, saat seri kesepuluh MotoGP berlangsung dinihari tadi di sirkuit Mazda Raceway Laguna Seca Amerika Serikat. Dalam jumpa pers usai balapan ia mengatakan, sudah mencoba semaksimal mungkin untuk memperlebar jarak dengan Stoner, namun ketika melintas di corkscrew, segalanya jadi berubah. Lorenzo mengaku hampir saja ia terjatuh karena kontur sirkuit yang memang cukup “menakutkan” dengan menanjak lurus dan tiba-tiba harus sudah sedikit berbelok kekiri dan kemudian menukik turun dengan belokan kekanan yang cukup tajam. Kesalahan memanfaatkan kondisi sirkuit inilah yang tadi akhirnya berhasil dideteksi Stoner dan akhirnya pembalap Australia yang awalnya sudah agak jauh dari Lorenzo, bisa memperpendek jarak bahkan menyalipnya untuk kemudian menjadi juara seri kesepuluh.

Meski gagal menjuarai seri Laguna Seca, Lorenzo masih bisa berlega hati karena masih tetap memimpin klasemen sementara dengan 205 poin. Selisih 32 poin dengan Stoner yang peringkatnya melorot ke posisi tiga. Sedangkan peringkat kedua diisi rekan setim Stoner dari Repsol Honda Dani Pedrosa dengan 182 poin. Mengingat masih ada delapan seri tersisa, kalau Lorenzo berhasil mempertahankan performa terbaiknya dan bisa finish paling tidak selalu didepan Stoner, bukan tidak mungkin ia akan kembali merebut juara dunia MotoGP yang pernah diraihnya pada 2010 ketika bersaing dengan Valentino Rossi yang menjadi rekan setimnya. Sementara bagi Stoner, kemenangan hari ini bisa jadi motivasi baginya untuk bisa tampil lebih baik lagi, sekaligus berupaya mempertahankan gelar sebagai kado spesial untuknya menjelang pensiun dari MotoGP. Seperti diketahui, Stoner mengumumkan bahwa setelah musim kompetisi tahun ini berakhir, ia tidak akan lagi berada di MotoGP. Menurutnya, balapan yang sekarang sudah bukan lagi balapan yang dulu. Pihak penyelenggara terlalu menghalalkan segala cara supaya balapan tetap survive, termasuk menjadikan regulasinya mirip dengan World Superbike. (YZ – MOTOGP)

This entry was posted in MOTOGP. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s