Brivio: Nunggu Pengembangan Ducati, Rossi Udah Ketuaan!

ImageBOLOGNA – Valentino Rossi saat ini sedang berpacu dengan waktu untuk bisa meraih kembali kejayaannya seperti ketika menjuarai 7 MotoGP. Karena pengembangan Ducati masih belum mendapat hasil memuaskan, apalagi tidak dipastikan sampai kapan pengembangan itu akan menemui titik terhebatnya, Rossi harus segera membuat pilihan dan salah satu yang terbesar adalah kembali ke kubu Yamaha, tempat dimana dia meraih 5 gelar juara dunia MotoGP. Hal itu disampaikan oleh Davide Brivio, mantan petinggi di Yamaha Racing yang sekarang menjadi penasehat pembalap asal Urbino Italia itu.

Menurut Brivio, usia Rossi sekarang sudah 33 tahun, cukup tua untuk ukuran pembalap yang masih harus berpacu dengan kecepatan diatas 300 km/jam. Karena itu Rossi tidak punya cukup waktu untuk menunggu hasil pengembangan Ducati, sekalipun tim asal Bologna ini menjalin kerjasama dengan Audi untuk pengembangan Desmosedici. Kepada koran Gazetta dello Sport Brivio menjelaskan, memang pilihan Rossi bisa dibilang sangat berani. Apalagi ia mengorbankan martabatnya yang selama ini menjadi pembalap nomor satu di tim pabrikan, untuk bisa bersaing lagi di grid terdepan. Seperti diketahui, bergabungnya Rossi kembali dengan Yamaha, tidak serta merta membuat posisinya kembali seperti ketika ia baru pertamakali bergabung. Sekarang Rossi harus rela menjadi pembalap kedua, karena fokus perhatian tim tercurah untuk Jorge Lorenzo yang tahun ini berpeluang merebut kembali gelar juara dunia MotoGP yang pernah diraihnya 2010 lalu. Saat ini Lorenzo memimpin klasemen sementara dengan 205 poin, terpaut lebih dari 30 angka dengan juara bertahan Casey Stoner dari Repsol Honda.

Menurut Brivio, sebetulnya Ducati punya proyek bagus yang akan menjadikan tim ini bisa mendulang sukses di kemudian hari. Masalahnya adalah, pengembangan proyek ini untuk bisa menjadi the winning team butuh waktu, dan itu terlalu lama untuk Rossi yang saat ini usianya sudah 33 tahun. Namun demikian, Brivio menegaskan bahwa hubungan antara Rossi dan Ducati tetap berjalan baik dan tidak ada yang berubah. Hanya satu kekurangannya, yaitu hasil balapan yang selama ini tidak pernah memuaskan. Brivio juga menggambarkan keputusan Rossi kembali bersaing dengan Lorenzo dalam tim yang sama, merupakan keputusan yang sangat berani, karena Rossi punya keinginan mengukur kemampuannya dengan pesaing terberatnya, dan cara paling singkat yang bisa ditempuh adalah kembali dalam satu paddock bersamanya.

Kepergian Rossi kembali ke Yamaha, juga diikuti sebagian besar kru yang selama ini mendampinginya, termasuk Jeremy Burgess yang selama ini setia mengikutinya. Burgess adalah mekanik andalan Michael Doohan ketika berada di Repsol Honda. Ketika Rossi masuk ke tim itu, Burgess menjadi kepala mekanik untuk Rossi. Hubungan yang terjalin sangat baik antara keduanya, membuat Burgess selalu mengikuti Rossi kemanapun ia pergi, bahkan waktu pertamakali ia membuat keputusan kontroversial begabung di Yamaha yang ketika itu masih menjadi tim terbelakang, termasuk juga ketika bergabung di Ducati. (YZ – Autosport)

This entry was posted in MOTOGP. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s