Rossi: Tantangan Terbesar, Membuktikan Saya Masih Cepat

ImageINDIANAPOLIS – Setelah berkomentar via akun twitternya yang menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukungnya, Valentino Rossi kemarin muncul memberi keterangan pers menjelang berlangsungnya seri kesebelas MotoGP di sirkuit Indianapolis 19 Agustus waktu setempat, atau 20 Agustus dinihari Waktu Indonesia Barat.

Tampil dengan posisi duduk disebelah kiri Jorge Lorenzo, pembalap Ducati kelahiran 1979 ini mengungkapkan, saat ini ia menghadapi tantangan yang lumayan berat, karena ia masih ingin merebut gelar juara dunia MotoGP, namun disisi lain ia harus juga bisa membuktikan diri kepada semua orang bahwa ia masih pembalap yang cepat. Jujur Rossi mengaku kalau membuktikan ia masih yang tercepat menjadi tantangan terbesarnya, karena sejak bergabung dengan Ducati 2011 lalu, prestasinya benar-benar buruk dan tidak terlihat seperti halnya seorang pembalap juara dunia, apalagi juara 7 kali MotoGP. Pamor Rossi dua tahun terakhir benar-benar tenggelam, kalah bahkan dari pembalap-pembalap non pabrikan seperti Cal Crutchlow, Andrea Dovizioso, bahkan Karel Abraham yang bergabung di tim satelit Ducati.

Menyadari kondisi itu, Rossi tidak ingin terlalu muluk seperti keinginannya ketika pindah ke Ducati, yaitu meraih juara dunia dari tiga tim balap berbeda. Ia bahkan menegaskan, dua tahun kedepan, sesuai kontraknya dengan Yamaha, semuanya akan berjalan lebih berat karena ia harus membuktikan masih sangat kompetitif seperti halnya ketika meraih gelar demi gelar MotoGP. Apalagi kondisi Jorge Lorenzo sekarang jauh berbeda dengan Lorenzo yang dulu. Sejak 2010, pembalap Spanyol itu sudah makin cepat, bahkan akhirnya merebut juara dunia yang sempat diraih Rossi pada 2009 dengan memanfaatkan kondisi Rossi yang masih dalam pemulihan setelah cedera cukup parah di kakinya. Rossi memang masih punya peluang untuk bisa seperti legenda balap motor Giacomo Agostini yang bisa meraih delapan gelar juara dunia di kelas yang sama. Rossi memang punya sembilan, tapi dua diantaranya diraih ketika MotoGP masih bernama GP500 dan punya format yang jauh berbeda, terutama dari penggunaan mesin. GP500 masih menggunakan mesin 2 tak, sedangkan MotoGP 4 tak.

“Jadi juara dunia lagi tahun depan jelas itu mimpiku,” kata Rossi dalam pernyataan persnya, “dengan kondisiku sekarang, aku harus membuktikan kalau aku masih tetap cepat, karena dua tahun terakhir ini sudah tidak ada yang tahu lagi tentang kondisiku yang sebenarnya.”

Satu hal lagi yang diakui Rossi, ketika bergabung dengan Yamaha tahun depan, tidak akan ada lagi dinding pembatas seperti yang dipasangnya ketika masih bersama tim garpu tala 2010 lalu. Dinding itu sebetulnya dipasang karena adanya perbedaan merek ban. Lorenzo memakai Dunlop sedangkan Rossi menggunakan Bridgestone karena ia meminta spek yang sama dengan Casey Stoner untuk bisa menaklukkan pembalap Australia itu ketika masih di Ducati. Namun begitu kebijakan ban tunggal diberlakukan, pembalap Urbino Italia ini justru bersikeras tetap memasang dinding itu. Ini yang jadi biang merenggangnya hubungan dengan Lorenzo, bahkan petinggi Yamaha. Apalagi ketika itu ia cedera dan gelar juaranya lepas ke tangan Lorenzo. (YZ – CRASH)

This entry was posted in MOTOGP. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s