Pembalap Berbahaya Tahun Depan Didiskualifikasi

ImageMADRID – Pembenahan demi pembenahan rupanya terus dilakukan oleh jajaran petinggi balap motor dunia MotoGP, supaya gelaran balapan berkasta tertinggi di dunia ini bisa terus meriah dan ada persaingan yang lebih merata antara tim yang berbudget terbatas dengan tim yang unlimited wealth. Setelah melalui meja perundingan yang digelar di Madrid, para petinggi balap yang terdiri dari Carmelo Ezpelata selaku Chairman Dorna penggelar event MotoGP, Ignacio Verneda FIM Executive Director, Herve Poncharal dari IRTA, dan Takanao Tsubouchi dari MSMA memutuskan, ada beberapa perubahan terutama bagi kelas puncak yaitu MotoGP.

Beberapa perubahan yang diumumkan menyangkut syarat keikutsertaan balap, sampai hukuman untuk pembalap yang dianggap membahayakan pembalap lain. Ini untuk mencegah terjadinya kasus-kasus yang pernah terjadi sebelumnya. Untuk poin sanksi bagi pembalap yang membahayakan pembalap lain, termasuk memaki marshal dan ofisial tim lain, Race Direction bisa memberi sanksi pembalap tersebut dengan pemberian poin antara satu sampai sepuluh. Jadi kalau pembalap yang melanggar ketentuan keselamatan pembalap lain itu diberi nilai 4 dalam sanksinya, maka sebagai hukuman ia harus start pada balapan berikutnya dari grid belakang. Kalau poinnya tujuh, ia harus start balapan berikutnya dari pit. Adapun kalau mendapat nilai sepuluh, maka diskualifikasi akan diberlakukan untuk event berikutnya. Setelah sanksi diberikan, maka angka poin akan dikembalikan menjadi nol.

Perubahan lain yang dilakukan para petinggi balapan itu juga meliputi kualifikasi. Meski aturan 107% dari pembalap tercepat masih berlaku, namun kali ini untuk pembalap yang cedera pada saat latihan bebas bisa diganti pembalap cadangan tanpa harus terkena ketentuan 107% tersebut. Hanya saja ketika kualifikasi, ia harus mampu mencatat waktu tercepat sebagaimana biasanya untuk bisa start dari posisi terdepan. Sasaran lain perubahan yang dihasilkan dari perundingan 13 Desember lalu itu juga menyangkut denda yang berhak dikenakan oleh Race Direction kepada pembalap yang melakukan pelanggaran. Sekarang denda yang berlaku adalah 50 ribu Euro dan itu merupakan batas maksimum denda yang berlaku.

Untuk perubahan spesifikasi teknis yang akan diberlakukan mulai tahun depan hingga 2015 diantaranya tentang masalah velg yang dipakai. Tahun depan semua tim dilarang menggunakan velg karbon komposit. Selain itu pengecualian ukuran diameter rem cakram diluar ukuran standar 320 mm untuk tim CRT ditiadakan. Masalah ban juga dicermati oleh Carmelo Ezpelata dan kawan-kawan, terutama menyangkut alokasi yang diizinkan dan akan segera diberlakukan pada sesi tes di Sepang Malaysia 5-7 Februari 2013. Untuk 2014, tim-tim balap CRT boleh menggunakan spesifikasi mesin yang berbeda dari yang selama ini dipakai dari penyuplai yang sama, asal mesin-mesin tersebut telah mendapat homologasi MSMA. Sementara untuk tahun berikutnya, akan ada perubahan menyangkut urusan suspensi dan rem, terutama menyangkut harganya. Seperti apa nantinya balapan MotoGP mendatang pasca perubahan ini? Menarik untuk terus diikuti…(YZ – MOTOGP)

This entry was posted in MOTOGP. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s